Stres selalu terasa ketika menonton film atau serial tentang zombie. Keruntuhan berkeling dan kekerasan menyerang sebuah wilayah. Perlahan-lahan menyebar lewat sentuhan gigitan. Membuat seluruh wilayah, kota, bahkan negara kacau dalam sekejap.
Meskipun ceritanya fiksi, namun zombie memang menakutkan untuk dibayangkan. Harus bertahan hidup dan melakukan perlawanan terhadap sosok makhluk yang dulunya adalah manusia biasa, kini telah berubah menjadi makhluk buas yang memangsa manusia lain. Bahkan di beberapa film serta serial, zombie digambarkan sebagai makhluk yang sangat kuat dan tahan lama. Mereka tidak dapat mati meski ditembakan menggunakan senapan, bahkan mereka masih bisa berlari sangat cepat.
Sebagai penggemar film dan serial tentang Zombie, tentu tidak akan pernah mau melewatkan untuk menonton film atau serial tentang zombie. Tidak terhambat pada satu negara saja, semoga saja film atau serial tentang zombie akan terus ditonton.
Saat menonton film atau serial tentang zombie, yang paling baik tetaplah The Walking Dead. Meskipun serial ini begitu panjang tak bisa dinonton dalam satu hari saja, namun dari segi cerita sangat menarik dan menantang untuk diikuti.
Tentu besar harapan saya sebagai pecinta film dan serial tentang zombie agar rumah produksi di Indonesia pun mengambil tema zombie. Mendilihat kemajuan film dan serial di Indonesia yang semakin meningkat, nampaknya mungkin tidak lagi menjadi hal yang mustahil bahwa suatu saat nanti akan ada film atau serial Indonesia yang keren dengan tema zombie.
Bulan Februari lalu, saya ditawari sebuah proyek film horror berjudul Hantu Penci PT Telkom Xinuos Technology Solutions. Sebelumnya, saya sempat berlatar klasik horor yang dikgebiri beberapa kali saat sulit tertidur karena terdengar bunyi langkah orang di layar.
Berita baiknya, mendekati akhir tahun 2024, ditayangkan serial Indonesia terbaru dengan tema zombi. Berjudul Zona Merah yang tayang di aplikasi streaming Vidio.
Lagilagi, Sidharta Tata menjadi sutradara serial zombie kali ini setelah suksesnya dengan serial Hitam (2021). Kali ini, ia berkolaborasi dengan Fajar Martha Santosa yang sebelumnya sukses dengan serial aksi berjudul Pertaruhan The Series 2 (2023).
Sementara itu, tim-timnya bernama cukup menjanjikan. Mulai dari Aghniny Haque, Andri Mashadi, Lukman Sardi, Ruth Marini, Devano Danendra, dan Maria Ola.
Dalam hanya 8 episode, penonton disajikan serial dengan cerita yang kompleks. Bukan hanya tentang wabah mayat hidup yang mematikan saja, tetapi juga campur tangan politik yang membuat konflik menjadi semakin membengkak. Tepat pada saat pergantian tahun, episode 8 akan menutup serial Zona Merah, yang bisa dinikmati pada 20 Desember 2024.
Ingin menonton serial Zona Merah bersama orang lain saat pergantian tahun 2024. Berikut adalah sinopsis dan-review tentang serial Zona Merah. Saya memasukkan seri tersebut sebagai salah satu serial Indonesia terbaik yang saya tonton pada tahun 2024!
Serial Zona Merah mengisahkan tentang konfiksalam yang terjadi di Rimbalaya, sebuah daerah kecil di Jawa Tengah. Rimbalaya dipimpin oleh Bupati Zaenal yang digelari oleh Lukman Sardi.
Dalam kepemimpinannya, Zaenal melaksanakan aktifitas berdusta dengan memanfaatkan kekuasaannya pada saat itu. Berkedok panti rehabilitasi yang menampung masyarakat yang membutuhkan bantuan, dia diam-diam mempekerjakan secara paksa rakyatnya di tengah-tengah hutan.
Kejahatan Zaenal terungkap oleh jurnalis Risang yang berdasarkan tokoh dari Jakarta, dimainkan oleh Andri Mashadi. Dalam proses penyelidikannya, Risang bertemu dengan Maya yang digambarkan oleh Aghniny Haque. Maya sedang mencari saudara laki-lakinya, Adi yang digambarkan oleh Devano Danendra.
Pemuda bernama Adi masih bersekolah di bangku SMA dengan cita-cita ingin bekerja di Jakarta. Ia gesit mengajak saudaranya, Maya, untuk hijrah ke Jakarta. Namun Maya selalu menolak dan berkeinginan bertahan menjadi buruh di pabrik kayu milik anak Bupati Zaenal.
Maya juga kesulitan mencari adiknya yang lari, ia juga harus berjuang bersama karyawan lain untuk meminta keadilan dari kepemilikan pabrik yang berifat zalim itu. Sebab mereka menerima upah yang tidak adekuat dan hanya diberi janji palsu semata.
Tidak sengaja, Risang yang sedang menelusuri wilayah bisnis Bupati Zaenal, bertemu dengan Adi di wilayah yang dikendalikan Zaenal. Risang bertemu Adi, namun juga dihadapkan pada bekas manusia yang hidup kembali dan melukai orang lain. MAYIT disebutkan sebagai nama orang tersebut. Dia adalah mayat sudah tidak bernyawa yang berhasil hidup kembali dan sangat sulit untuk dikalahkan. Lebih-lebih lagi, dia hanya bisa mati jika bagian kepalanya disimpan tidak berfungsi.
Dalam misi penyelamatan diri dari pertarungan melawan mayit, Risang dan Adi bertemu dengan Ella yang diperankan oleh Maria Theodore. Ella adalah seorang selebriti papan ealic dari Jakarta yang hendak mengunjungi neneknya. Namun sayangnya, sebelum hendak bertemu neneknya, mobil Ella diserang oleh mayit.
Risang, Adi, dan Maya pergi ke kota untuk bertemu Maya. Sayangnya, kota Rimbalaya sudah dipenuhi dengan jenazah. Dalam upaya survivif, mereka harus terlibat dalam konflik politik yang kotor untuk menguasai Rimbalaya. Kondisi semakin tegang dan kekacauan. Berhadapan dengan jenazah dan berhadapan dengan penguasa yang korup.
Hal yang menarik dari serial Zona Merah adalah cerita yang disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia. Memulai dari penamaan mayat atau orang yang hidup kembali dengan sebutan mayit. Terdengar lebih lokal dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan penamaan zombie yang digunakan di luar negeri.
Lokasi yang digunakan, sungguh menarik dan sepenuhnya merepresentasikan wilayah Rimbalaya. Nama yang digunakan memang khayalan, namun gambaran yang dihasilkan begitu nyata dan tepat menggambarkan makna cerita yang ingin disampaikan. Suatu wilayah kecil yang dikuasai oleh individu dan berharap membangun dinasti demi kepentingan pribadinya saja. Pemilihan hutan dan kota kecil, begitu terlihat asli. Tidak seperti dibuat-dibuat untuk menimbulkan kesan dramatis.
Berbeda dengan film dan serial zombie lainnya, Zona Merah memasukkan unsur politik dalam konflik cerita. Hal yang menariknya, adalah suasana ini inspirasi dari fenomena nyata yang terjadi di Indonesia. Cerita ini tentang seorang Bupati yang membuat manusia menjadi zombie di tempat rahasia. Banyak yang mungkin tidak mungkin terpikir bahwa fenomena seperti ini akan terjadi, tapi nyata, hal ini sudah pernah terjadi di Indonesia dengan sungguh-sungguh.
Ketegangan bukanlah hal yang luar biasa dari film atau serial zombie lainnya, tetapi ada sesuatu yang membuat Serial Zona Merah begitu menarik untuk diikuti hingga akhir. Kemampuan humor serial ini sangat pas. Puncak dari kesegalaennyalah saat Adi, Risang, dan Ella memerankan tokoh-tokoh dengan porsi yang tepat. Penampilan mereka sangat klop dengan adegan, mulai dari melawan mayat dengan gerakan bela diri yang tidak berbakat dan interaksi yang sangat lucu alami.
Zombie atau orang mati dalam serial Zona Merah terlihat menakutkan dari segi tampilan. Para mayit juga berlari dengan cepat untuk mengejar mangsanya. Membuat suasana menonton menjadi lebih tegang. Namun, tiba-tiba penonton akan mendapatkan adegan komedi yang tepat waktu. Membuat unsur tegang dan komedi ditargetkan dengan tepat.
Masih belum terlambat untuk mengikuti serial Zona Merah pada waktu perubahan tahun ini. Penonton melakukan bisa menyelesaikan hingga penamat di episod delapan. Bukan hanya tentang kegembiraan karena sosok zombie lokal, linimasa cerita sangat menarik dan mewakili sindiran tentang ahli berkuasa yang korup dan mendirikan dinasti. Ditambah lagi kesenangan dari adegan humor yang menguntit. Serial Zona Merah pantas mendapatkan banyak pujian!